Jika boleh meminjam perkataan VI.Lenin, seorang pemimpin dan pemikir
besar Komunisme mengenai sistem sel yang dikorelasikan pada pengkaderan,
maka seharusnya pembentukan generasi berikutnya harus tetap identik
dengan parentalnya, yaitu generasi ’98. Identitas parental tersebut
berarti bahwa KAMMI adalah gerakan yang berlandaskan tarbiyah dan
memiliki independensi gerakan.
Sekedar mengingat sejarah. KAMMI menjadi semacam gambaran ‘daun
hijau’ yang mampu menyuguhkan perubahan besar dengan tujuan yang jelas
dan tanpa intervensi apapun. Namun, prestasi di senja-senja indah yang
dulu begitu menyenangkan kini mulai tenggelam dalam keadaan yang sulit
digambarkan. Ini terjadi justru di tengah perilaku gerakan KAMMI yang
mulai disusupi ‘konstruktivisme’. Masuk dalam kategori negatif.
tenggelam dalam senja sejarah.
Bahasan klasik semacm ini masih patut untuk terus dimunculkan,
terutama pada milad ke-15 ini. Kita perlu revitalisasi. Namun,
‘revitalisasi’ yang bukan bermaksud mengulang sejarah, namun lebih dari
itu. KAMMI mesti membuat sejarah baru dengan mewujudkan regenerasi ‘sel’
Lennin yang lebih baik dari generasi sebelumnya namun tetap identik
yang pada dasarnya merupakan hakikat dari sebuah perubahan, menggantikan
yang sebelumnya sesuai dengan jamannya dengan lebih baik.
Sebagaimana kata Hasan Al-Banna, setiap masa ada pemudanya, setiap
pemuda ada masanya dan yang terbaik adalah mereka yang mengetahui
masanya. Sehingga, perlakuan generasi ’98 dengan sekarang teramat sangat
jelas berbeda. Peter Ferdinand Drucker, seorang teknolog, juga telah
menyatakan bahwa masing-masing memiliki definisi tersendiri dari sebuah
tujuan dan cara mereka melihat sesuatu serta memikirkan suatu target
yang harus mereka kejar.
* Elgi Zulfakar Diniy, mahasiswa biologi '11
punggawa kaderisasi
No comments:
Post a Comment
yuhu~