Sunday, April 14, 2013

Sepercik di 15 tahun

Jika boleh meminjam perkataan VI.Lenin, seorang pemimpin dan pemikir besar Komunisme mengenai sistem sel yang dikorelasikan pada pengkaderan, maka seharusnya pembentukan generasi berikutnya harus tetap identik dengan parentalnya, yaitu generasi ’98. Identitas parental tersebut berarti bahwa KAMMI adalah gerakan yang berlandaskan tarbiyah dan memiliki independensi gerakan.

Sekedar mengingat sejarah. KAMMI menjadi semacam gambaran ‘daun hijau’ yang mampu menyuguhkan perubahan besar dengan tujuan yang jelas dan tanpa intervensi apapun. Namun, prestasi di senja-senja indah yang dulu begitu menyenangkan kini mulai tenggelam dalam keadaan yang sulit digambarkan. Ini terjadi justru di tengah perilaku gerakan KAMMI yang mulai disusupi ‘konstruktivisme’. Masuk dalam kategori negatif. tenggelam dalam senja sejarah.

Bahasan klasik semacm ini masih patut untuk terus dimunculkan, terutama pada milad ke-15 ini. Kita perlu revitalisasi. Namun, ‘revitalisasi’ yang bukan bermaksud mengulang sejarah, namun lebih dari itu. KAMMI mesti membuat sejarah baru dengan mewujudkan regenerasi ‘sel’ Lennin yang lebih baik dari generasi sebelumnya namun tetap identik yang pada dasarnya merupakan hakikat dari sebuah perubahan, menggantikan yang sebelumnya sesuai dengan jamannya dengan lebih baik.

Sebagaimana kata Hasan Al-Banna, setiap masa ada pemudanya, setiap pemuda ada masanya dan yang terbaik adalah mereka yang mengetahui masanya. Sehingga, perlakuan generasi ’98 dengan sekarang teramat sangat jelas berbeda. Peter Ferdinand Drucker, seorang teknolog, juga telah menyatakan bahwa masing-masing memiliki definisi tersendiri dari sebuah tujuan dan cara mereka melihat sesuatu serta memikirkan suatu target yang harus mereka kejar.

* Elgi Zulfakar Diniy, mahasiswa biologi '11
punggawa kaderisasi

No comments:

Post a Comment

yuhu~