Sunday, March 16, 2014

Fisiologi Hewan

Sekelumit hasil pengamatan laboratorium:

Pada pengamatan pembuluh darah ikan, didapati bahwa ikan memiliki pembuluh darah arteri dan pembuluh darah vena. Ciri yang terlihat dalam pengamatan ini yaitu arteri berukuran lebih besar, lebih deras pergerakan alirannya dan lebih Nampak serta mengarah ke ujung ekor. Ini menandakan bahwa pembuluh arteri merupakan pembuluh yang mengarah ke seluruh tubuh. Sedangkan pada pembuluh darah vena terlihat lebih kecil dan tidak terlalu deras serta arahnya berlawanan dengan pembuluh arteri, pembulur darah ini juga disebut pembuluh darah balik, yaitu yang mengangkut darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung.

Pada percobaan termoregulasi manusia, didapati bahwa suhu tubuh ketika perlakuan normal, dingin dan panas tidak berubah drastic, suhu tubuh yang didapa berkisar antara 36,5;36,2; dan 36,9. Sehingga dapat dikategorikan bahwa manusia termasuk dalam homoitermis, cenderung mempertahankan suhu tubuhnya.
Berbeda dengan perlakuan pada katak. Ketika katak diberi perlakuan dengan suhu di dalam air es, maka dihasilkan suhu katak berkisar antara 24C. pada perlakuan ketiga yaitu perlakuan pada air hangat, didapati bahwa katak berubah suhu tubuhnya berkisar pada suhu air hangat yang diberi sebagai perlakuan pada katak. Sehingga dari percobaan ini dapat dikategorikan bahwa katak termasuk hewan poikiloterm yang cenderung menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu lingkungan, atau bisa dikatakan bahwa katakmemiliki suhu tubuh yang fluktuatif bergantung pada suhu di sekitarnya.

Pada percobaan beaker glass, dapat diketahui bahwa minyak lebih baik dalm menghantarkan panas, sedangkan air masih tergolong isolator penghantar panas yang kurang baik. Hal ini bisa dilihat dari hasil pengukuran bahwa beaker glass dengan minyak mempunya suhu yang lebih tinggi dengan perbandingan 65C:59C.

Sedangkan pengamata menggunakan kendi, didapati bahwa kendi yang dilapisi dengan cat lebih lama menyimpan panas, hal ini dikarenakan poripori kendi tertutup cat sehingga mempersulit udara/suhu dalam bertukar dengan suhu luar. Berbeda dengan kendi yang tanpa dilapisi cat, kendi ini memiliki poripori yang lebih terbuka dan terkesan lebih besar dibandingkan dengan yang dilapisi dengan cat, sehingga mempermudah adanya pertukaran anntara suhu luar dengan suhu dalam.

Sedikit kesimpulan dari pengamatan ini:
Homoiterm merupakan hewan berdarah panas, sedangkan poikiloterm yaitu hewan berdarah dingin atau hewan yang suhu tubuhnysa mengikuti suhu lingkungan sekitar.
Kendi yang diplapisi oleh cat lebih lama panasnya dikarenakan poripori tertutup, sehingga menghambat pertukaran suhu dalam dan suhu luar.
Minyak lebih baik dala menghantarkan panas dibandingkan dengan air biasa.

No comments:

Post a Comment

yuhu~