Wednesday, June 17, 2015

Buah Karbitan

Jangankan penciptaan manusia, allah mematangkan buah pun bertahap.

Kawan, taukah bahwa kerja hormon itu bergantian?
Ya, Allah mengalirkan hormon sitokinin terlebih dahulu ke buah muda untuk pertumbuhan, setelah cukup terbentuk buah muda, lalu Allah menggantikan peran sitokinin ini dengan akumulasi gas etilen di buah tua untuk menginduksi pemasakan bahkan bisa sampai kelewat masak.

Hasil dari kerja bertahap ini lah yang memiliki rasa manis dan lebih bernilai ekonomis. Ya, lebih manis dan lebih mahal. Sekali lagi, lebih manis dan lebih mahal.

Bandingkan dengan buah-buah karbitan yang sengaja dicabut dan ‘dipaksa’ masak sebelum waktunya. Hasilnya? Ah, meskipun manis dan walaupun punya harga, tetap saja tidak bisa menandingi kualitas buah yang masak pohon.

Entah bagi beberapa orang mungkin bisa mendulang keuntungan dengan mengisi kekosongan keranjang buah yang harusnya terisi dengan buah-buah segar yang memang pantas diletakkan di tempat istimewa itu atau memang mereka tidak sabar untuk menunggu buah-buah belia untuk masak walaupun secara visual sudah waktunya untuk dikonsumsi.

Ah, semua itu keniscayaan yang berujung pada meluapnya stok buah karbitan yang hanya merusak keindahan keranjang istimewa itu, atau mungkin semua hanya pilihan pahit ketika buah masak pohon itu tak lagi tersedia dengan stok yang dibutuhkan


Entahlah.....

No comments:

Post a Comment

yuhu~