
Keluarga merupakan tempat pertama manusia mengenal kehidupan. Organisasi kecil pertama yang mau tidak mau harus digeluti setiap insan manusia. Keluarga juga merupakan tempat pendidikan pertama yang akan dilalui setiap anak untuk mendulang berbagai macam pelajaran, dengan kita sadari atau tidak, di tempat inilah telah tersedia pengajar dan pendidik yang berkualitas dan paling mengerti kita serta siap membimbing kita sebelum terjun ke alam bebas.
Keluarga bisa dikatakan sebagai lembaga pendidikan tanpa pamrih yang tiada duanya. Dalam hal pendidikan, tidak bias dipungkiri lagi bahwa keluargalah yang membuat dan menancapkan pondasi-pondasi pembelajaran pada seorang anak agar siap ketika harus menampung serta menyuap berbagai ilmu yang siap dipanen dari ladang pendidikan. Oleh karena itu, pantas dan sudah menjadi suatu kewajaran apabila keluarga disebut lembaga pendidikan non formal yang nantinya sanat berperan dalam kehidupan pendidikn manusia selanjutnya.
Dalam menyandang predikat non formal ini, keluarga yang baik dituntut untuk memberikan dulangan ilmu yang sepantasnya dijadikan dasar kehidupan manusia. Dimana budi pekerti diajarkan, akhlak ditanamkan dan moral diluruskan. Keberhasilan pendidikan ini dapat dilihat ketika seorang anak mulai berkecimpung dengan lingkungan sekitarnya, terutama ketika ia harus berinteraksi dengan masyarakat di ruang lingkupnya. Ini akan jelas terlihat dari cara ia merespon orang lain maupun ketika ia harus mengekspresikan apa yang ingin ia perbuat terhadap lingkungannya.
Pendidikan non formal juga merupakan pelopor penerang sebelum terjun ke dunia pendidikan formal yaitu sekolah. Anak yang telah masuk dalam tahap keberhasilan pendidikan keluarga akan mudah bergaul dan menyesuaikan diri dengan temannya, guru dan segala peraturan yang berlaku di sekolah tersebut. Akan sangat tapak perbedaan antara anak yang berasal dari pondasi keluarga yang baik dengan yang tidak. Anak yang cerdas dan mempunyai pondasi kehidupan yang mapan akan berusaha menerapkan setiap hal kebaikan yang telah ia terima di keluarga dan berusaha mengontrol tingkah lakunya seolah dia sedang berada di rumah sehingga ia dapat bekembang menjadi anak yang baik.
Perkembangan anak akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia dididik dalam keluarganya. Baik buruknya anak pun akan sangat tergantung dari keluarganya. Ketika ia berada di keluarga yang baik, maka perkembangan anak itupun akan baik pula, namun sebaliknya, apabila kondisi keluarga tidak mendukung untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh anak, maka pola hidupnya akan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat sekitarnya, anak akan berlaku semaunya sesuai dengan keinginannya dikarenakan tidak terbiasanya dia dengan aturan yang ada.
Pada beberapa anak, tak jarang kita temui seorang anak yang memiliki keluarga yang berkondisi kurang baik dapat menjadi pribadi yang luar biasa dan sebaliknya tak jarang pula kita melihat seorang berprilaku buruk berasal dari keluarga yang luar biasa. Jika kita melihat kedua kondisi ini, maka yang patut dititikberatkan adalah bagaimana pribadi anak memposisikan dirinya sebaik keluarganya dan jika dia berasal dari keluarga yang tidak bisa memberikan pondasi keteraturan maka merupakan tugasnya untu member efek baik bagi keluarganya. Namun, tetap dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari kejernihan pola hidup anak ditentukan dari seberapa jernih pula keluarganya itu, meskipun tidak semua anak bisa dibebani dengan kesimpulan seperti ini.
Pada dasarnya, anak yang mempunyai prilaku buruk merupakan pengaruh yang ia tuai sendiri dari pergaulannya, meskipun sebelumnya telah mendapatkan pondasi-pondasi keteraturan dari keluarga. Namun semua dasar itu tidak menjamin akan adanya proteksi dari kontaminasi pergaulan yang ia hadapi. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan lebih lanjut dari komponen keluarga terhadap anak yang telah memasuki dunia pergaulanya. Sehingga pondasi keluarga akan tetap terjaga dan ia terapkan dalam hidup dan kehidupannya. Jika itu terlaksana, maka akan muncul benih-benih penerus yang beraklhak, bermoral serta berbudi pekerti yang cemerlang.
'100% hand made, aseli dari pabrik otak elgi zulfakar diniy...'
No comments:
Post a Comment
yuhu~