Monday, December 26, 2011

Kasih Ibu Sepanjang Untaian DNA

Sabtu, 03/12/2011 WIB | Oleh : Khoirunnisa*

Berbicara tentang makna kasih sayang ibu, bisa diibaratkan seperti menimba air laut, tiada habisnya. Dimulai dari melahirkan kita, membesarkan kita, menyekolahkan kita, merawat kita ketika sakit, dan banyak lagi kasih sayang seorang ibu yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu. Jika diibaratkan untaian DNA, kasih sayang ibu dimulai dari hal-hal yang paling keci yang tak pernah kita sangka. Kemudian kasih sayang ibu serta ridho dari Allah itu berkumpul menjadi satu dan berpilin menjadi untaian double helix yang berada di dalam tubuh selama kita hidup.Untaian DNA itu sangat panjang dan takkan ada habisnya jika diluruskan. Semua yang telah diberikan oleh ibu,baik materi, maupun moril akan terikat menjadi satu enzim yang tak kan pernah berhenti bekerja dalam tubuh kita untuk mengiri kita menuju jalan sukses dunia akhirat.

Untaian DNA akan selalu ada dalam diri manusia, begitupun kasih sayang ibu, selalu ada dalam diri setiap manusia. Kasih sayang ibu seperti gula deoksiribosa yang manis apabila kita rasakan dengan tulus, lalu disatukan dengan basa nitrogen seorang ayah yang akan melengkapi kebahagiaan hidup seorang anak manusia. Dan akan mewariskan sifat-sifat genetik yang mulia pada anak-anaknya, agar mereka selalu memiliki hereditas yang berkualitas untuk bumi pertiwi.

Setiap pribadi memaknai kasih sayang ibu dengan cara yang berbeda-beda. Namun ada satu cara yang sama yang dilakukan manusia untuk membahagaiakan ibu secara batin. Yaitu mendoakannya agar ibu kita senantiasa sehat, panjang umur, dan diberikan keridhoan oleh Allah. Hal ini memang sudah diwajibkan di dalam Al-qur’an.Namun terkadang sebagai seorang anak, kita sering lupa akan arti kasih sayang seorang ibu. Lupa memang sifat dasar manusia, namun lupa akan kasih sayang ibu sangatlah fatal. Sebab, jika kita lupa memaknai kasih sayang ibu maka secara tidak langsung kita juga telah melupakan Allah.

Jadi, jika kita ingin selalu diingat oleh Allah, maka maknailah dulu kasih sayang ibu dalam kehidupan kita. Kita tak perlu melakukan hal-hal yang berlebihan untuk membahagiakan ibu. Cukup dengan do’a, hormati dan sayangi mereka dan menjadi orang sukses dimasa yang akan datang.

*Penulis merupakan mahasiswa FMIPA UNP. Peraih juara III Lomba essay se-sumbar dalam rangka HUT LPM Suara Kampus